Kerajaan Majapahit

Kisah kerajaan Majapahit dimulai pada akhir abad ke 13 Masehi di Kerajaan Singhasari dengan Raden Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit) dan Jayakatwang (penguasa terakhir Kerajaan Singhasari). Ayah mertua Raden Wijaya adalah Kertanegara, yang tahtanya dirampas oleh Jayakatwang.

Raden Wijaya, bagaimanapun, diampuni dan diberi Trowulan di Jawa Timur. Situs ini nantinya akan berfungsi sebagai ibukota Kerajaan Majapahit.Menurut sumber-sumber dari China, sebelum pengkhianatan Jayakatwang, Kertanegara telah menimbulkan kemarahan Kubilai Khan. Kertanegara menolak memberikan penghormatan kepada Dinasti Yuan, menganiaya utusan Yuan dan bahkan menantang Kubilai Khan. Akibatnya, Kaisar memutuskan untuk menghukum Kertanegara dengan mengirimkan 1000 kapal untuk menaklukkan kerajaannya.

Sumber-sumber dari Jawa, bagaimanapun, melukis gambar alternatif. Malah menggambarkan Kertanegara karena menolak memberi penghormatan kepada orang-orang Mongol, raja tersebut dikatakan telah menjadi orang bawahan yang ramah. Ekspedisi yang dikirim oleh Kubilai Khan ke Jawa tidak dimaksudkan untuk menghukum Kertanegara, namun untuk membantu Raden Wijaya. Ini karena Raden Wijaya telah mengirim seorang utusan mendesak ke Kaisar untuk meminta bantuan terhadap Jayakatwang. Selanjutnya, Raden Wijaya juga berjanji untuk menawarkan Kubilai Khan puri putri terindah di Kerajaan Singhasari.

Raja-Raja Kerajaan Majapahit
  • Raden Wijaya (1293-1309 M)
  • Jayanegara (1309-1328 M)
  • Tribuana Tunggadewi (1328-1350 M)
  • Hayam Wuruk (1350-1389 M)
  • Kusumawardani Wikramawardhana (1389-1399 M)
  • Suhita (1399-1429 M)
  • Bhre Tumapel atau Kertawijaya (1447-1451 M)
  • Rajasawardhana (1451-1453 M)
  • Purwawisesa (1456-1466 M)
  • Kertabumi (1466-1478 M)

Komentar