Energi Alternatif Nuklir

Energi Alternatif Nuklir
Dengan membaca blog ini, mendapatkan informasi tentang:
a. Apa yang dimaksud dengan Energi Alternatif Nuklir?
b. Sejarah Nuklir
c. Bagaimana nuklir menggerakan turbin?
d. Reaktor Nuklir dan Lokasinya di Indonesia
e. Keuntungan dan Kekurangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)
f. Daerah yang akan mendapatkan energi dari PLTN

Energi Nuklir merupakan energi hasil dari sebuah proses kimia yang dikenal dengan reaksi fisi dan reaksi fusi pada sebuah inti atom.Reaksi fisi nuklir ialah suatu reaksi pembelahan inti atom dari akibat tubrukan inti atom yang lainnya, dan juga menghasilkan energi dan atom baru yang bermassa lebih kecil, dan juga radiasi elektromagnetik. Reaksi fusi tersebut juga menghasilkan radiasi sinar alfa, beta serta juga gamma yang sangat berbahaya untuk manusia. Bahan bakar dari nuklir itu uranium dan torium, maka Batan(Badan Tenaga Nuklir Nasional) melakukan pemetaan di seluruh wilayah Indonesia dan saat ini sudah terkumpul potensi 74 ribu ton uranium dan 130 ribu ton thorium.

Reaktor nuklir pertama didalam menghasilkan listrik pembangkit stasiun EBR-I percobaan itu pada 20 Desember 1951 berlokasi Arco, Idaho, Amerika Serikat. Ditanggal 27 Juni 1954, pembangkit listrik pertama di dunia yang menghasilkan sebuah listrik nuklir untuk jaringan listrik (power grid) mulai beroperasi pada Obninsk, Uni Soviet. Pembangkit listrik tenaga nuklir pertama itu skala komersial Inggris Calder Hall, yang dibuka pada 17 Oktober 1956.



Sudah berpuluh tahun manusia memanfaat potensi energi yang dihasilkan dari reaksi fisi (pembelahan) inti uranium dan plutonium.Penemuan ini juga berasal dari coba-cobanya para ilmuan menembakkan neutron ke inti untuk mendapatkan inti baru, namun  pada bebarapa inti berat hal itu menyebabkan inti menjadi pecah (terbagi) sekaligus melepaskan neutron lain yang konsekuensinya menimbulkan  panas disekitarnya. panas ini kemudian di ambil dengan menempatkan reaksi tersebut didalam air , air yang panas tadi mengeluarkan uap dan dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. untuk bagian turbinnya hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga uap.

Reaktor nuklir adalah jantung stasiun pada Pembangkit Listrik Tenaga Listrik. Di bagian tengahnya, panas inti reaktor dihasilkan oleh fisi nuklir terkendali. Dengan panas ini, pendingin dipanaskan saat dipompa melalui reaktor dan dengan demikian menghilangkan energi dari reaktor. Panas dari fisi nuklir digunakan untuk menaikkan uap, yang mengalir melalui turbin, yang pada gilirannya menghidupkan generator listrik. Reaktor nuklir sudah ada di Indonesia kendati masih dalam riset dan bukan pembangkit listrik, yakni di Serpong (Banten), Batan Bandung (Jawa Barat), dan Batan Yogyakarta. Dalam reaktor penelitian tersebut, Indonesia memanfaatkan nuklir berupa radiasi yang dihasilkan untuk bidang kesehatan dan pertanian. 
Radiasi nuklir yang keluar secara alami dapat dimanfaatkan untuk mematikan sel kanker dan menghasilkan benih tanaman yang lebih baik. 
Pemanfaatan nuklir tidak hanya berhenti di situ saja. Nuklir juga dapat dimanfaatkan energinya untuk pembangkitan, tetapi memang perlu pengembangan lebih lanjut.
Jika pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) memanfaatkan pembakaran batu bara atau pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memanfaatkan air untuk menggerakkan turbin, PLTN memanfaatkan energi inti atom untuk menggerakkan turbin. Prinsipnya hampir sama, hanya saja sumber tenaganya yang berbeda. 
Hal tersebut berlaku juga dari segi faktor keamanan. Jika batu bara selama ini dianggap berbahaya karena menimbulkan polusi, begitu juga dengan air yang berbahaya jika konstruksi bendungan tidak kokoh, nuklir berbahaya karena menghasilkan radiasi yang dapat merusak materi yang dilewati. Dalam jumlah besar, radiasi nuklir bisa mengakibatkan luka bakar hingga kematian. 

Keuntungan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Keuntungan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) jika dibandingkan dengan pembangkit listrik utama lainnya antara lain :
  1. Tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca (selama operasi normal) – gas rumah kaca tersebut hanya dikeluarkan pada saat Diesel Generator Darurat berjalan serta beberapa menghasilkan gas)
  2. Tidak mencemari udara – tidak menghasilkan gas berbahaya misalnya seperti karbon monoksida, sulfur dioksida, aerosol, mercury, nitrogen oksida, partikulate atau asap fotokimia
  3. Tidak banyak menghasilkan limbah padat (selama operasi normal)
  4. Biaya bahan bakar rendah – karena hanya sedikit bahan bakar yang dibutuhkan
  5. Ketersediaan bahan bakar yang melimpah – karena bahan bakar yang diperlukan itu sedikit

Kekurangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)

Berikut adalah beberapa hal yang kekurangan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) adalah sebagai berikut:
  1. Risiko kecelakaan nuklir – kecelakaan nuklir terbesar,  kecelakaan Chernobyl (yang tidak mempunyai bangunan penahanan)
  2. limbah nuklir – limbah radioaktif tingkat tinggi yang dihasilkan itu dapat bertahan selama ribuan tahun.
  3. limbah ex PLTN Serta Reaktor Riset. Limbah tidak harus disimpan di negara bagian pemilik pembangkit listrik tenaga
  4. nuklir Serta reaktor riset. Untuk limbah dari industri pengguna bahan radioaktif, tersebut dapat diproses dalam Limbah Treatment Plant Zat Radioaktif, contohnya, yang dimiliki oleh BATAN Serpong. Wilayah yang akan mendapat pasokan listrik dari pembangkit tenaga nuklir ini adalah Pulau Bangka, Kalimantan Barat, dan Riau. 
Kedepannya jika di Indonesia akan dibangun PLTN maka Wilayah yang akan mendapat pasokan listrik dari pembangkit tenaga nuklir adalah Pulau Bangka, Kalimantan Barat, dan Riau. Daerah ini akan diuji terlebih dahulu dan jika lolos uji, akan dibangun PLTN pada tahun 2020.Jumlah kontribusi listrik dari tenaga nuklir diharapkan mencapai 5% dari 100.000 MWe yang diproyeksikan untuk disediakan hingga tahun 2025. Adapun nantinya PLTN ini akan berada di atas kapal yang memiliki panjang 174 meter dan lebar 66 meter, atau setara dengan tanker kelas Panamax, yang akan dibuat oleh Daewoo Shipyard and Marine Engineering (DSME) di Korea Selatan. Untuk reaktor dan komponen pendukung lainnya dibuat oleh PT PAL.Indonesia memiliki dua lokasi eksplorasi uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah. Kedua uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat

*Blog ini dibuat untuk Tugas Geografi Kelas XI Ips Sekolah Bhinneka Tunggal Ika*
Dibuat oleh : Angie Wiyani Putri XI-IPS

Komentar

Posting Komentar